Dec 13, 2009

BACALAH UNTUK DIAMBIL IKHTIBAR DAN MUHASABAH DIRI



Seperti biasa, setelah pulang dari pejabat dan tiba di rumah, aku terus

duduk berehat disofa sambil melepas penat. Sepertinya aku sangat malas
untuk membersihkan diri dan menunaikan solat. Sementara anak2 & isteri
sedang berkumpul diruang tengah.

Dalam keletihan tadi, aku disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2
yang menghembus tepat di muka ku. Selang beberapa lama seorang yang
tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2
sudah berdiri di depan mata.

Aku sangat terkejut dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum
sempat bertanya...... . siapa dia..... tiba2 aku merasa dada ku

sesak....sukar untuk bernafas.... namun aku berusaha untuk tetap
menghirup udara seperti biasa.Yang aku rasakan waktu itu ada sesuatu
yang berjalan pelan2 dari dadaku...... terus erjalan.....
kekerongkongku. . sakittttttttt. .........sakit. rasanya.

Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,... Oh Tuhan apa yang telah
berlaku pd diriku........Dalam keadaan yang masih sukar bernafas tadi,
benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...kkhh. ........
khhhh...... kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat
sakit..... Seolah tak mam pu aku menahan benda tadi....Badanku
gementar... peluh keringat meluncur deras....mataku terbelalak.. ...
air mataku seolah tak berhenti.Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah
benda itu meninggalkan aku.

Aku melihat benda tadi dibawa oleh lelaki misteri itu... pergi...
berlalu begitu saja.... hilang dari pandangan.

Namun setelah itu......... aku merasa aku jauh lebih ringan,
sehat,segar, cerah..... tidak seperti biasanya. Aku heran... isteri &
anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut
berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang
terbujur kaku ada tepat di atas sofa yang kududuki tadi. Badannya
dingin kulitnya membiru. Siapa dia???????.. Mengapa anak2 & isteriku
memeluknya sambil menangis...mereka menjerit... histeria . terlebih
isteriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi... Siapa
dia........... ..????? ??? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya
dibalikkan. Dia......... dia....... dia mirip dengan aku..... ada apa
ini Tuhan...???? ????

Aku cuba menarik tangan isteriku tapi tak mampu ..... Aku cuba pula
untuk merangkul anak2 ku tapi tak berjaya.. Aku cuba jelaskan kalau itu
bukan aku. Aku cuba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai
berteriak.... tapi mereka seolah tak mendengarkan aku. Seolah mereka
tak melihatku.... Dan mereka terus-menerus menangis.... aku sedar..
aku sedar bahawa lelaki yang misteri tadi telah membawa rohku. Aku
telah mati... aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka .. tak kuasa aku menangis.... berteriak.
......Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.

Aku sangat sedih... selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk
membahagiakan mereka. Belum banyak yang telah kulakukan untuk
membimbing mereka. Tapi waktuku telah habis........ masaku telah
terlewat..... aku
sudah dikembalikan pada saat aku terduduk di sofa setelah penat
seharian bekerja. Sungguh, bila aku tahu aku akan mati, aku akan
membahagi waktu bila harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyedarinya. Aku mati dalam keadaan belum
solat.
Oh Tuhan, JIKA kau inginkan keadaanku masih hidup dan masih biasa
membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia. Kerana aku MASIH
mem pu nyai waktu untuk bersim pu h, mengakui segala dosa & berbuat
kebaikan sehingga bila maut menjem pu tku kelak aku telah berada pada
keadaan yang lebih bersedia.

Sebarkan e-mail dakwah ini ke 5 orang terdekat Anda, dan mintalah
mereka untuk melakukan hal yang sama. Cukup lima saja! Ini bukan surat
ancaman berantai. Yang jelas jika Anda tidak meneruskan e-mail ini,
maka Anda telah menyia2 kan kesempatan untuk saling menasihati dalam
kebenaran dan beramal shalih. Jika anda lakukan dengan ikhlas insya
Allah Anda akan menuai kebaikan.

Mari berlumba dalam kebaikan.

"Sesungguhnya Allah Tidak Dapat Mengubah Nasib Sesuatu Kaum Itu,
Melainkan Mereka Sendiri Yang Mengubah Diri Mereka"?..

No comments: